Minggu, 17 November 2019

Do'a Menghilangkan Rasa Malas

Do'a Menghilangkan Rasa Malas

Malas merupakan salah satu sifat yang kerap kali muncul pada seseorang dan bisa menimpa siapa saja. Namun, sifat ini bukanlah salah satu sifat terpuji bagi seorang muslim. Bahkan rasa malas itu dikategorikan sebagai penyakit yang membahayakan bagi seorang muslim dan ia harus berusaha menghilangkannya dari dirinya.

Karena setiap muslim dituntut untuk senantiasa semangat, bersegera dalam kebaikan, serta memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik mungkin. Sedangkan sifat malas hanya akan membuatnya lalai dan memberikan peluang baginya untuk melakukan hal yang sia-sia. Dan akhirnya, penyesalan dan kerugianlah yang akan ia dapatkan.

Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Abbad al-Badr hafidzhahumallahu mengatakan bahwa:

الكسل آفة ومرض جاءت السنة بالتعوذ بالله منه لا يتولد عنه إلا الإضاعة والتفريط والحرمان وأشد الندامة، “ومَن نام على فراش الكَسَل أصبح مُلْقًا بوادي الأسف”. حيث يرى سبق المشمرين.

Sifat malas merupakan suatu musibah dan penyakit. (Maka dari itu-pent) Telah ada sunnahnya (dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-pent) agar kita berlindung kepada Allah dari sifat tersebut. Tidak akan timbul darinya kecuali kesia-siaan, kelalaian, kerugian, dan penyesalan yang mendalam.

“Barangsiapa tidur di atas kasur kemalasan, maka ia akan terkapar di lembah penyesalan.” Hal ini sebagaimana perkataan orang-orang bijak.

Doa menghilangkan rasa malas

1. Di antara doa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menghilangkan rasa malas adalah sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.” (HR al-Bukhari 7/158)

2. Doa untuk menghilangkan rasa malas yang berikutnya adalah sebagaimana terdapat di dalam salah satu dzikir pagi dan petang. Doa ini bisa kita baca rutin pada pagi dan sore hari, yaitu saat membaca dzikir pagi dan petang. Doa tersebut adalah:

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ1، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ2، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan dan bagiNya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala se-suatu. Hai Tuhan, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Tuhan, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Tuhan, aku berlindung kepadaMu dari siksaan di Neraka dan kubur.” (HR Muslim 4/2088).

_________________

1. Kalau sore hari redaksi bacaannya diganti menjadi:

أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ……dst

2. Kalau sore hari redaksi bacaannya diganti menjadi:

رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا


Rasa malas sejatinya merupakan sejenis penyakit mental. Siapa pun yang dihinggapi rasa malas akan kacau kinerjanya dan ini jelas-jelas sangat merugikan. Sukses dalam karir, bisnis, dan kehidupan umumnya tidak pernah datang pada orang yang malas. Rasa malas juga menggambarkan hilangnya motivasi seseorang untuk melakukan pekerjaan atau apa yang sesungguhnya dia inginkan.
Pendapat lain menyebutkan bahwa malas juga merupakan salah satu bentuk perilaku negatif yang merugikan. Pasalnya pengaruh malas ini cukup besar terhadap produktivitas. Karena malas, seseorang seringkali tidak produktif bahkan mengalami stag. Badan terasa lesu, semangat dan gairah menurun, ide pun tak mengalir. Akibatnya tidak ada kekuatan apapun yang membuat Anda bisa bekerja. Kalau dibiarkan saja, penyakit malas ini akan semakin ‘kronis’.
Pada era globalisasi, perilaku malas sangat merugikan. Sebab, pada era ini berlaku nilai siapa yang mampu dan produktif, dialah yang akan berhasil. Tapi tentu saja, perilaku ini bukanlah kartu mati yang tidak bisa diubah. Menurut pakar psikologi, seseorang berperilaku malas terhadap pekerjaan atau suatu kegiatan disebabkan karena dia tidak memiliki motivasi yang kuat setiap kali mengerjakan sesuatu. Seorang yang malas bekerja, motivasinya terhadap pekerjaan tersebut sangat rendah. Sikapnya terhadap pekerjaan itu cenderung negatif akibat persepsi yang diberikannya terhadap pekerjaan itu kurang baik. Ini lantaran sistem nilai yang ada dalam dirinya membuat dia berperilaku malas untuk melakukan pekerjaan itu. Sementara terhadap pekerjaan lainnya mungkin tidak begitu.
Malas itu artinya, perilaku itu bisa dibentuk kembali menjadi baik atau tidak malas. Pembentukan kembali perilaku seseorang tadi sebetulnya sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya, bisa orang tua, teman, atau orang lain di sekitarnya. So, dalam mengubah perilaku seseorang, yang paling mendasar adalah mengubah persepsinya. Untuk itu, perlu mempelajari dan mengambil sistem nilai yang bisa mengubah persepsinya atau memberikan sistem nilai lain yang baru baginya.
CARA MENGHILANGKAN RASA MALAS YAITU :
1.       Doa dan Perbanyak Doa
Gunakanlah senjata utama orang mukmin yaitu do’a. Tokoh terkenal, Ibnu Qayyim dalam karya beliau al-jawab, al-kafi, ali man sa’ala, al-dawa, al-shafi, emnjelaskan bahw obat pertama dan kedua untuk mengobati jiwa mukmin ialah berdoa dan bersungguh-sungguh dalam berdoa. Doa adalah obat paling mujarab dan bermanfaat untuk mengobati semua bentuk ujian dan penyakit.
2.       Lawanlah Syaitan dan Hawa Nafsu
Malas sebenarnya berpunca dari syaitan. Syaitan melatih hati manusia supaya menjadi malas sama  dengan malas beribadah ataupun malas menunaikan tanggung jawab dan amanah yang dipikul.
3.       Carilah Ilmu

Timballah ilmu sebanyak mungkin. Dengan ilmulah seseorang menjadi orang yang rajin dan cerdas dalam hidupnya. Sebagai contoh saja ilmu yang pertama harus kita cari adalah ilmu Agama, ilmu pendidikan, ilmu budaya & sosial.
والله أعلم

Penulis : 
محمّد اوليآء حفيظ المجيد

Tidak ada komentar:

Posting Komentar