Selasa, 10 Maret 2020

Tafsir Qur'an Surat An-Naba Ayat 38

يَوْمَ يَقُومُ ٱلرُّوحُ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ صَفًّا ۖ لَّا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ ٱلرَّحْمَٰنُ وَقَالَ صَوَابًا 
Artinya:
 Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar. Tafsir Quran Surat An-Naba Ayat 38

 Mereka mendapatkan semua itu sebagai balasan dan karunia dari Allah,serta sebagai pemberian yang besar dan mencukupi mereka, Tuhan langit dan bumi serta apa yang ada diantara keduanya, Tuhan yang maha pengasih di dunia dan akhirat,mereka tidak punya kewenangan untuk bertanya kepada NYA kecuali dalam apa yang DIA izinkan. Hari itu jibril dan para malaikat berdiri berbaris, mereka tidak memberi syafaat kecuali bagi siapa yang Allah yang maha pengasih izinkan untuknya dan dia hanya mengatakan yang benar dan lurus. Itu adalah haq yang tidak ada keraguan bahwa ia pasti terjadi. Maka barangsiapa ingin selamat dari ketakutan ketakutannya,hendaknya dia mengambil jalan untuk menuju kepada tuhannya dengan melakukan amal shalih.
Pada suatu Hari ketika Jibril dan para Malaikat berdiri berbaris, tidak ada di antara mereka yang berbicara tentang syafaat untuk seseorang kecuali bagi yang telah diizinkan oleh Allah untuk memberi syafaat, dan dia berkata lurus seperti kata tauhid.

يَوْمَ يَقُومُ الرُّوحُ وَالْمَلٰٓئِكَةُ صَفًّا ۖ 
(Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf)
Yakni berbaris-beris. 
Makna (الروح) disini adalah salah seorang malaikat, terdapat pendapat mengatakan bahwa itu adalah Jibril. Namun menurut pendapat lain ia adalah salah satu tentara Allah yang bukan dari golongan malaikat. إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمٰنُ(kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah) Untuk memberi syafaat. Atau mereka tidak berbicara kecuali bagi orang yang telah diizinkan Allah. وَقَالَ(dan ia mengucapkan) Dan orang yang mendapat izin itu adalah orang yang ketika didunia berkata صَوَابًا (dengan perkataan yang benar) Yakni yang 
bersaksi akan keesaan Allah.

Kemudian Allah menjelaskan bahwa Jibril dan bersamanya seluruh malaikat pada hari kiamat memilih orang-orang yang terpilih, namun tidak para malaikat memberi syafaat kecuali telah Allah izinkan baginya. Dan hamba Allah yang bertakwa berkata dengan sebenar-benarnya perkataan atau maksudnya adalah ia beriman kepada Allah saja (tidak kepada sesembahan yang lain) dan beramal shalih.

Maksudnya, yang melimpahkan pemberian ini pada mereka adalah Rabb mereka, “Rabb yang memelihara langit dan bumi,” yang menciptakan dan mengaturnya,”yang maha pemurah,” yang rahmatNya meliputi segala sesuatu. Allah memelihara dan merahmati mereka serta bersikap lemah lembut pada mereka hingga mereka mendapatkan apa yang mereka dapatkan. Selanjutnya Allah menyebutkan keagunganNya dan kerajaanNya yang besar pada hari kiamat dan bahwa seluruh manusia terdiam pada hari itu dan tidak berbicara dan ”mereka tidak dapat berbicara dengan Dia, kecuali siapa yang diberi izin kepadanya oleh Rabb yang maha pemurah ; dan ia menguacapkan kata yang benar,” tidak ada seorangpun yang berbicara kecuali dengan dua syarat berikut; diizinkan Allah untuk berbicara dan perkataannya benar, sebab ”itulah hari yang pasti terjadi,” yang tidak terdapat kebatilan padanya dan kebohongan tidak lagi berguna. Pada hari itu, “ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf shaf,“ yaitu Jibril yang merupakan malaikat paling mulia serta seluruh malaikat berdiri bershaf shaf seraya tunduk pada Allah, mereka tidak berbicara kecuali atas izin Allah. Selanjutnya Allah berfirman seraya memberi kabar gembira dan ancaman, “maka barang siapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Rabbnya,” yakni amal baik yang akan kembali padanya pada Hari Kiamat.

Itulah يَوْمَ يَقُومُ الرُّوحُ “hari, ketika ruh adalah malaikat jibril وَالْمَلَائِكَةُ صَفًّا ” dan para malaikat berdiri bersaf-saf,” Maknanya: Berbaris-baris. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits: تَنْزِلُ مَلَائِكَةُ السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَتُحِيْطُ بِالخَلْقِ، ثُمَّ مَلَائِكَةُ السَّمَاءِ الثَّانِيَةِ مِنْ وَرَائِهِمْ ثُم الثَّالِثَةِ وَالرَّابِعَةِ والْخَامِسَةِ “ Malaikat-malaikat langit dunia turun maka mereka meliputi manusia, kemudia malaikat langit kedua di belakang mereka, kemudian malaikat langit ke dua, ke empat dan kelima” begitulah malaikat malaikat membuat buat barisan-barisan, tidak ada yang mengetahui mereka kecuali yang menciptakan mereka subhaanahu wa Ta’ala. لَا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَنُ وَقَالَ صَوَابًا “mereka tidak berkata-kata kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar.” Maknanya: Tidak ada yang berbicara baik malaikat atau pun yang lainnya, sebagaimana firman Allah Ta’ala: وَخَشَعَتِ الْأَصْوَاتُ لِلرَّحْمَنِ فَلَا تَسْمَعُ إِلَّا هَمْسًا “dan merendahlah semua suara kepada (Allah) Yang Maha Pemurah, maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja.”(QS. Thaha: 108) إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَنُ “kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah;” Untuk berkata, ia akan berbicara sebagaimana jika ia telah diizinkan. وَقَالَ صَوَابًا Maknanya: Mengatakan perkataan yang benar yang sesuai dengan ridha Allah subhaanahu wa Ta’ala. Itu adalah syafa’at saat Allah memberikan izin seseorang untuk memberikan syafaat, dia akan memberi syafa’at pada urusan yang telah diizinkan Allah.
Wallohu A'lam

Penulis:
Muhammad Aulia Hafidz Al-Majied

Tidak ada komentar:

Posting Komentar