Anak itu investasi akhirat.
- Satu-satunya investasi yang terus mengalirkan manfaat, terus ngasi kita rezeki berupa pahala yang tak putus bahkan saat kita sudah dikubur, adalah doa anak saleh. Jadi menghasilkan anak saleh itu keharusan, bukan hanya untuk kepentingan dirinya pribadi tapi juga bagi kepentingan kita, orangtua yang dititipi amanah memelihara anak ini.
- Di mana ukuran kesalehan seorang anak? Mungkin ada yang bilang, kalo dia baik, nurut kata orang tua, gak nyusahin, udah pasti saleh / salehah dong ! Betulkah begitu? Ukuran kesalehan seorang anak adalah selain berbakti pada orangtuanya, juga shalatnya rajin, gak pake disuruh, gak pake diancam, gak pake disuap. Pokoknya denger azan, langsung ambil wudhu, ke masjid atau sholat sendiri. Shalatnya full gk ada yang bolong.
- Keadaannya sekarang ini bagi anak-anak kita yang kebetulan sekolahnya sekolah islam shalatnya hanya saat di sekolah saja, setiba di rumah, udah malas-malasan lagi. Begitu juga bagi anak yang mondok di pesantren, saat mondok shalatnya rajin karena ikut aturan, tapi kalo udah pulang sholatnya belum tentu serajin saat mondok.
- Gimana caranya memotivasi anak terutama yang remaja agar shalatnya rajin?
(1) Bicara dengan bahasa yang dimengerti.
- Hindari yang namanya pidato, ceramah, omelan panjang lebar, karena yakin 100 % gak ada yang masuk di otak, melainkan cuma nupang lewat dan gak ada yang tinggal di kepalanya. Yang dia terima adalah ummi/abi lagi marah karena aku gak shalat.
- Coba deketin dan ngomong biasa aja, katakan bahwa sekarang ini zaman teknologi. Semua akun pribadi entah itu medsos, email, perbankan semuanya butuh PIN / password. Ini merupakan salah satu cara mengamankan akun kita agar gak sembarangan orang bisa log in dan bertingkah laku seenaknya. Kalo paswordnya salah pasti ditolak kan?
- Jelasin ke anak kalo shalat itu ibarat password buat masuk surga. Kalo udah ditentuin paswordnya adalah 24434 (rakaat shalat 5 waktu), trus yang dikerjain hanya 2444, pasti ditolak, wong passwordnya salah kok ! Begitu juga dengan shalat, kalo gak full 5 waktu, alias bolong-bolong pasti gak sempurna dan gak bisa lolos lewati pintu surga. Sementara tujuan kita beramal saleh supaya dapat ridhanya Allah yang mempermudah kita masuk surga.
(2) Bandingkan dengan sesuatu yang sering dia lihat.
- Kalo shalat bolong-bolong ibarat ngangkut pasir dalam karung bocor bawahnya. Biar saat diangkut penuh begitu tiba ditujuan habis semua karena jatuh berceceran di jalanan.
- Begitu juga dengan amalan yang kita lakukan. Meski udah berbakti, jadi anak baik, rajin belajar tapi gak shalat, ibaratnya amalan itu kita angkut dalam karung bocor, terkumpul tapi akhirnya berceceran dan gak bisa kita gunakan untuk ngebela diri di pengadilannya Allah kelak.
(3) Tekankan pentingnya shalat dibanding ibadah lain.
- Kenapa shalat itu perintahnya Rasul terima langsung dari Allah, sementara perintah ibadah lain hanya lewat malaikat Jibril saja? Hal ini nunjukin betapa pentingnya shalat itu. Sampe untuk menyampaikannya Allah gak mau pake perantara.
- Cuma shalat aja satu-satunya amalan wajib yang gak bisa ditinggalin, HARUS dilakukan dalam kondisi apapun. Kalo gak bisa berdiri, duduk, kalo gak bisa duduk berbaring, gak bisa gerak, cukup dalam hati. Dalam perjalanan bisa di qashar atau di jama'. Intinya wajib..
- Kalo puasa ramadhan kan bisa ditinggalkan bagi yang sakit ato musafir, zakat kalo udah sampe nisabnya, haji boleh ditunda nunggu sampe mampu. Tapi shalat gak ada pengecualian. Sakit, dalam perjalanan, kaya miskin, mampu ato gak mampu harus dilaksanain.
- Shalatlah yang paling pertama akan dihisab di hari penentuan nanti. Kalau shalatnya bagus, maka amalan yang lainnya boleh diperiksa. Tapi kalo shalatnya aja udah gak bagus, gak usah ngarep banyak sama amalan lainnya..
Melatih anak dalam melaksanakan sholat dan ibadah memang gampang-gampang susah, kalau gampangnya tidak perlu dijelaskan karena jika anak sudah mau untuk diajak sholat atau beridabah maka mereka langsung meminta kepada orang tuanya untuk ikut sholat di rumah atau di masjid. Susahnya jika anak tidak mau untuk diajak sholat atau beribadah, tentu sebagai orang tua akan berada dalam dua pilihan, memaksanya atau membiarkannya. Apa yang Anda lakukan? Pembahasan anak dalam artikel ini usia 1 - 4 tahun, jika anak pada usia tersebut tidak mau untuk diajak sholat, biarkan saja namun kalau bisa perlihatkan kepada anak kalau Anda sedang melakukan sholat. Jika anak terbiasa melihat orang tuanya melakukan sholat atau beribadah maka dengan sendirinya anak akan mengikuti dan Alhmadulillah, pada usia 2.3 tahun ini putri kamu kalau diajak sholat langsung mau dan penuh semangat langsung masuk kedalam musholla rumah. Hal ini kami ajarkan sejak usia sebelum 1 sampai 1 tahun. Bagaimana dengan Anda? Insyaallah lebih baik dalam mendidik dan membimbing anak-anak dalam melaksanakan ibadah sholat
Mempunyai anak-anak yang taat dalam beribadah merupakan suatu kebanggaan bagi kita sebagai orang tua, sholat adalah ibadah yang sangat diwajibkan dalam ajaran Islam, karena dengan sholat semuanya menjadi lebih mudah, mudah dalam perbuatan dan tindakan yang selalu sopan dan santun setiap hari. Sholat adalah tiang agama yang memperkokoh persaudaraan antar muslim di seluruh dunia dan dengan sholat segala perbuatan keji dan munkar dapat di cegah. Untuk itu,mari sedari dini kita pupuk, kita ajarkan dan kita perlihatkan kepada anak-anak kita kalau melaksanakan ibadah sholat itu sangat mudah dilakukan. Namun bagi Anda orang tua yang ingin agar anak-anak rajin sholat dan beribadah, berikut saya berikan beberapa tips yang bisa dijadikan referensi:
Orang Tua Menjadi Contoh Dan Keteladanan Dalam Sholat
Orang tua ibarat cermin buat anak-anaknya, semakin bagus cermin yang dimilikinya semakin bagus bentuk dan rupa yang terlihat oleh anak-anak itu sendiri dan juga orang lain. Namun semakin jelek atau buram cermin yang digunakan oleh sang anak maka anak tidak akan mudah melihat siapa dirinya. Oleh karena itu jika perilaku orang tua baik maka baik pula tingkah laku sang anak. Begitu juga dalam ibadah, jika orang tua rajin dalam melaksanakan ibadah sholat maka anak juga akan mudah mengikutinya. Ingat dari beberapa artikel yang selalu sebutkan, anak adalah peniru yang hebat, jika anak meniru yang baik-baik dari orang tua maka baik pula hasilnya
Nasehat Dalam Didikan Bukan Dengan Amarah
Apa yang Anda lakukan ketika anak melakukan kesalahan kecil seperti salah meletakkan benda pada tempatnya? Memarahi atau membiarkan? Mungkin sebagian besar akan membiarkan namun bagaimana kalau anak diberi nasehat yang baik dengan mengajarkan perilaku yang baik? Begitu juga dalam melaksanakan sholat, biasakan anak untuk menyelesaikan rangkaian sholat sampai selesai termasuk dzikir dan doan dan jangan biasakan langsung meninggalkan sholat tanpa dzikir dan doa. Dengan begitu anak akan tetap terbiasa menyelesaikan sholatnya sampai selesai
Membiasakan Tepat Waktu Sholat
Ketika waktu sholat akan tiba, segeralah menyiapkan diri bersama anak-anak jangan pernah menunda waktu untuk sholat. Jika kita menunda waktu untuk segera sholat maka rasa malas segera menghampiri dan jika sudah malas maka untuk melaksanakan sholat pun akan selalu ditunda-tunda dan jika sholat selalu ditunda maka maka besar kemungkinan akan menjadi kebiasaan jelek dalam melaksanakan ibadah sholat. Padahal sholat adalah ibadah wajib yang sangat dianjurkan untuk segera menunaikan tepat waktu. Jika sholat dilaksanakan tepat waktu maka anak akan rajin dalam beribadah
Kontrol Dalam Sholat
Pernah kah kita merasa malas dalam beribadah? Sebagai manusia biasa tentu pernah merasakan malas dalam beribadah namun dalam urusan ini rasa malas harus dihilangkan. Begitu juga dengan anak-anak, ketika kita malas delam melaksanakan ibadah jangan sekali-kali menunjukkan hal tersebut dihadapan anak-anak. Berilah sikap dan teladan dalam ibadah dengan tidak menunjukkan sikap malas. Dan ketika anak tidak semangat dalam ibadah mereka, cobalah untuk mengontrol sikap mereka dengan menanyakan masalah apa yang membuatnya tidak semangat dan jika sudah dapat, berilah motivasi dengan memberikan nasehat yang menguatkan masalah tersebut. Tentunya masalah disini adalah tidak semangat dalam sholat
Hukuman Ketika Anak Tidak Sholat
Bolehkah menghukum anak yang tidak mau sholat? Boleh, jika anak sudah masuk masa baghlig dan memberikan hukuman yang mendidik. Seperti apa hukuman yang mendidik tersebut? Hukuman yang berhubungan dengan apa yang dilanggar oleh sang anak. Misalnya ketika sholat bersama ternyata sholat si anak terburu-buru atau lebih cepat dari yang imam maka hukuman yang diberikan adalah dengan membaca istighfar atau lalai dalam sholat karena terlalu asyik dengan permainannya maka hukumannya dengan memberikan larangan agar tidak bermain selama 3 hari. Dengan memberikan hukuman ini diharapkan si anak tetap rajin dalam ibadah. Jika hukuman tidak bisa membuat anak jera, maka porsi hukumannya bisa ditingkatkan. Misalkan melanggar tidak sholat maka tidak boleh main selama satu minggu. Yang penting dalam memberikan hukuman yang pernah menyakiti diri sang anak
Mempunyai anak-anak yang taat dalam beribadah merupakan suatu kebanggaan bagi kita sebagai orang tua, sholat adalah ibadah yang sangat diwajibkan dalam ajaran Islam, karena dengan sholat semuanya menjadi lebih mudah, mudah dalam perbuatan dan tindakan yang selalu sopan dan santun setiap hari. Sholat adalah tiang agama yang memperkokoh persaudaraan antar muslim di seluruh dunia dan dengan sholat segala perbuatan keji dan munkar dapat di cegah. Untuk itu,mari sedari dini kita pupuk, kita ajarkan dan kita perlihatkan kepada anak-anak kita kalau melaksanakan ibadah sholat itu sangat mudah dilakukan. Namun bagi Anda orang tua yang ingin agar anak-anak rajin sholat dan beribadah, berikut saya berikan beberapa tips yang bisa dijadikan referensi:
Orang Tua Menjadi Contoh Dan Keteladanan Dalam Sholat
Orang tua ibarat cermin buat anak-anaknya, semakin bagus cermin yang dimilikinya semakin bagus bentuk dan rupa yang terlihat oleh anak-anak itu sendiri dan juga orang lain. Namun semakin jelek atau buram cermin yang digunakan oleh sang anak maka anak tidak akan mudah melihat siapa dirinya. Oleh karena itu jika perilaku orang tua baik maka baik pula tingkah laku sang anak. Begitu juga dalam ibadah, jika orang tua rajin dalam melaksanakan ibadah sholat maka anak juga akan mudah mengikutinya. Ingat dari beberapa artikel yang selalu sebutkan, anak adalah peniru yang hebat, jika anak meniru yang baik-baik dari orang tua maka baik pula hasilnya
Nasehat Dalam Didikan Bukan Dengan Amarah
Apa yang Anda lakukan ketika anak melakukan kesalahan kecil seperti salah meletakkan benda pada tempatnya? Memarahi atau membiarkan? Mungkin sebagian besar akan membiarkan namun bagaimana kalau anak diberi nasehat yang baik dengan mengajarkan perilaku yang baik? Begitu juga dalam melaksanakan sholat, biasakan anak untuk menyelesaikan rangkaian sholat sampai selesai termasuk dzikir dan doan dan jangan biasakan langsung meninggalkan sholat tanpa dzikir dan doa. Dengan begitu anak akan tetap terbiasa menyelesaikan sholatnya sampai selesai
Membiasakan Tepat Waktu Sholat
Ketika waktu sholat akan tiba, segeralah menyiapkan diri bersama anak-anak jangan pernah menunda waktu untuk sholat. Jika kita menunda waktu untuk segera sholat maka rasa malas segera menghampiri dan jika sudah malas maka untuk melaksanakan sholat pun akan selalu ditunda-tunda dan jika sholat selalu ditunda maka maka besar kemungkinan akan menjadi kebiasaan jelek dalam melaksanakan ibadah sholat. Padahal sholat adalah ibadah wajib yang sangat dianjurkan untuk segera menunaikan tepat waktu. Jika sholat dilaksanakan tepat waktu maka anak akan rajin dalam beribadah
Kontrol Dalam Sholat
Pernah kah kita merasa malas dalam beribadah? Sebagai manusia biasa tentu pernah merasakan malas dalam beribadah namun dalam urusan ini rasa malas harus dihilangkan. Begitu juga dengan anak-anak, ketika kita malas delam melaksanakan ibadah jangan sekali-kali menunjukkan hal tersebut dihadapan anak-anak. Berilah sikap dan teladan dalam ibadah dengan tidak menunjukkan sikap malas. Dan ketika anak tidak semangat dalam ibadah mereka, cobalah untuk mengontrol sikap mereka dengan menanyakan masalah apa yang membuatnya tidak semangat dan jika sudah dapat, berilah motivasi dengan memberikan nasehat yang menguatkan masalah tersebut. Tentunya masalah disini adalah tidak semangat dalam sholat
Hukuman Ketika Anak Tidak Sholat
Bolehkah menghukum anak yang tidak mau sholat? Boleh, jika anak sudah masuk masa baghlig dan memberikan hukuman yang mendidik. Seperti apa hukuman yang mendidik tersebut? Hukuman yang berhubungan dengan apa yang dilanggar oleh sang anak. Misalnya ketika sholat bersama ternyata sholat si anak terburu-buru atau lebih cepat dari yang imam maka hukuman yang diberikan adalah dengan membaca istighfar atau lalai dalam sholat karena terlalu asyik dengan permainannya maka hukumannya dengan memberikan larangan agar tidak bermain selama 3 hari. Dengan memberikan hukuman ini diharapkan si anak tetap rajin dalam ibadah. Jika hukuman tidak bisa membuat anak jera, maka porsi hukumannya bisa ditingkatkan. Misalkan melanggar tidak sholat maka tidak boleh main selama satu minggu. Yang penting dalam memberikan hukuman yang pernah menyakiti diri sang anak
Itulah beberapa poin bagaimana agar anak rajin sholat dan beribadah yang bisa diterapkan dalam mendidik anak untuk pertumbuhan mental dan moral mereka agar menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah.
آمين يارب العالمين
الكاتب:
محمّد اوليآء حفيظ المجيد
Tidak ada komentar:
Posting Komentar